Ticker

6/recent/ticker-posts

Naikkan Harga Sawit, Negara Penghasil Diminta Tiru Indonesia Bikin B20




Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalimantan Barat, Samuel optimistis program Biodisel 30 persen (B30) yang dikeluarkan pemerintah akan membuat harga sawit terus tinggi atau sesuai harapan petani. Dia menuturkan harga sawit tertinggi di tahun 2020 ini tembus Rp 2.000 per kilogram untuk tandan buah segar (TBS).

Bahkan ia memastikan dengan kebijakan tersebut yang dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar dalam negeri. Selain itu, harga sawit tidak akan anjlok lagi. "Apalagi mulai tahun depan ditingkatkan lagi menjadi B40. Jadi petani sawit jangan khawatir, harga sawit akan tidak anjlok," jelas dia.

Ia menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu harga TBS sempat anjlok di bawah Rp 1.000 per kilogram.

"Kalau saat ini kan harga masih di atas Rp 1.700. Kalau harga di bawah Rp 1.000 itu tentu berat di ongkos atau biaya perawatan dan panen. Namun di atas Rp 1.500 per kilogram TBS petani baru bisa untung," sebut dia.

Sebelumnya, harga crude palm oil (CPO) di Kalbar berdasarkan hasil rapat penetapan indeks K untuk periode I Februari 2020 mencapai Rp 8.878,72 per kilogram.

"Harga CPO atau minyak mentah sawit pada periode I Februari 2020 sedikit mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Pada Periode II Januari 2020 harga CPO sebesar Rp9.475.16 per kilogram," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero.

Ia mengatakan harga Palm Kernel (PK) sebesar Rp 4.564,87 per kilogram. Harga PK atau inti sawit yang ada tersebut juga turut turun dibandingkan dengan periode sebelumnya. "Pada Periode II Januari 2020 harga PK sebesar hanya sebesar Rp5.432, 85 per kilogram," kata dia.

Penurun harga selain CPO dan PK juga terjadi pada TBS sawit. Pada periode I Februari 2020 ini harga rata - rata TBS sawit Rp1.841,15 per kilogram atau turun sebesar 6, 01 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Posting Komentar

0 Komentar